Jam 1 lewat 45. Aku terbangun,.. Mulut dan bibir sangat kering, Tengkuk pegal, dan pastinya.. Merinding. Perasaan yang hingga jam 3 ini, masih aku rasakan.
Sebelum melanjutkan, saya jelaskan apa yg akan saya coba ceritakan pada postingan ini.. Malam ini aku bermimpi, ingatan dari mimpi ini sudah mulai hilang. Ini bukan HOAX, ngapain juga saya menulis sesuatu yang bohong di malam saya akan diwisuda, dimana selama semalam saya baru tidur kurang lebih satu jam saja. Tulisan ini juga tidak saya hiperbolis dengan cara apapun, hanya berusaha untuk menulis apa adanya.
Cerita dimulai..
Malam, 24-10-09 ini saya mencoba tidur jam 00.45, setelah memikirkan bagaimana wisudaan besok. Cerita ini dimulai karena begitu saya terlelap saya mengalami “tindihan” atau bahasa dokternya sleep-paralized. Jujur, saya cukup berpengalaman menghadapi tindihan, dan saya tidak terlalu panik. Biasanya setelah kita berhasil bergerak saat tindihan kita akan kembali ke alam sadar. Namun, malam ini, setelah saya menggerakan badan, saya memang merasa terbangun, namun setelah terbangun justru saya merasa apa yg saya alami tadi hanya mimpi (Jujur saya semakin merinding skrg). Intinya saya mengalami mimpi “tindihan”.
Begitu sadar dari mimpi tindihan, saya (masih dalam tidur) kemudian melihat sosok tidak jelas seperti sepasang “hantu” berwarna putih di dekat gorden kamar dengan posisi terbaring.(Mengingat ini yg bikin saya merinding tadi). Saya spontan mengucap istighfar, tasbih dan saya kembali terbangun. Kemudian ntah kenapa, saya pindah tidur saya ke kamar orang tua, ntah kenapa orang tua saya masih terbangun saat itu, kemudian menenangkan saya, dan menawarkan saya untuk tidur dikamarnya.
Sebentar saja saya terlelap di kasur orang tua saya, tiba-tiba saya terbangun di kasur kamar saya sendiri. Kemudian melihat di sekitar tempat tidur sudah ada makhluk2 aneh (kali ini lebih mirip monster/dino dibanding hantu). Saya merasa dilahap monster sesaat setelah saya turun dari tempat tidur, namun sesaat kemudian saya kembali dalam posisi baru bangun tidur di kasur. Begitu terbangun lagi, saya mengalami pengalaman yg sama (dilahap monster dan terbangun). Rasanya ingin menangis.. Namun seingat saya, mulut ini berucap istighfar terus menerus.. Ntah brapa kali looping ini berlangsung.
Tiba-tiba saya merasa terbangun sebenarnya, saya langsung keluar dari kamar keruang tengah.. Saya tidak tau siapa, namun ada beberapa orang duduk-duduk di sofa.. Sayapun ikut duduk. Saat duduk, tiba-tiba saya menyadari pakaian yang saya kenakan adalah jas yang akan dengan celana training, langsung sadar ternyata saya masih berada diluar alam dunia. Tapi ini dimana? Ketika saya meyakinkan diri untuk berfikir saya masih dalam alam mimpi, tiba2 seorang disofa berkata sesuatu yang intinya, “yakin nih cuma mimpi? mungkin udah bener pass away” (Sumpah, perasaan mencekam sekali waktu ini.. Subhanallah!! ). At this point saya sempat bingung antara apakah pernyataan tsb benar atau tidak, terus saya juga mikir, saya juga sudah lupa berapa lama sejak saya berusaha tidur, karena waktu terasa panjang sekali dalam mimpi ini, dan yang terpenting saya takut jika pernyataan tersebut benar, saya menilai untuk saat ini saya tidak layak untuk masuk surga. Kemudian saya diajak seorang wanita di ruangan tersebut untuk melakukan sesuatu (yg ini tidak terlalu jelas), namun saya menolaknya, jelas aja setelah perasaan mencekam di ruang tengah tadi saya langsung teringat pada Allah SWT. Istighfar, syahadat, dan shalawat terus menerus terucap.
Setelah menolak ajakan wanita tersebut, tiba2 saya berada di luar rumah, yang nampak seperti pasar.. Dengan kembali monster dan hantu berkeliaran seperti awan di pasar tersebut. Ditengah istighfar, dan syahadat yang terus menerus terucap, tiba2 saya mengucapkan Ta`audz (Saya berlindung kepada Allah, dari godaan syaitan yg terkutuk). Sesaat setelah itu saya merasa sedikit lega. Kemudian tiba2 ada pikiran jika saya Ta`audz . Namun, tampaknya ta`audz masih kurang, kemudian terpikir ayat kursi… Bodohnya, ternyata saya hanya hafal ayat kursi hingga frase, “… wamaafil ardh.”. Jadi terus menerus saya mengulang bacaan ta`audz, dan ayat kursi yg tidak lengkap itu.
Dan saya pun terbangun, sekitar 10 menit saya masih merinding, dengan denyut jantung yg cepat, serta merenung atas apa yang telah terjadi.. Kemudian barulah saya dapat beranjak untuk mengambil air wudlu
–
p.s. Tulisan ini, saya tulis cepet2 biar g makin kelupaan.. (Ingatan biasanya cepet ilang). Ntar saya edit lagi abis wisudaan. Banyak pelajaran yang saya dapatkan di malam ini.



