Archive for March 31st, 2008

h1

“Hole in the wall” dan Pemanasan Global

March 31, 2008

Kuis, genre acara ini jadi semakin masuk hitungan tayangan televisi yang layak tonton semenjak “serbuan” sinetron2 dan acara “adu bakat” ke hampir seluruh channel yang ada di Indonesia (maksudnya tivi non-kabel).

Sinetron yang tumbuh bagai jamur di musim hujan juga tidak terjaga kualitasnya, semakin ga kreatif, penuh dengan tangisan, cacian, makian, tamparan, dan menayangkan hal yang sama : tokoh yg jahat itu kaya, sedangkan tokoh yg baik itu miskin dan tersiksa (untung cantik :D ). Disamping itu, plot waktu di tayangan indonesia juga semakin dihabiskan dengan sia-sia oleh banyaknya acara “adu bakat” mulai dari anak-anak sampai mama-mama, yang intinya semuanya sama, mengeruk keuntungan dari voting sms yang dikirim oleh pemirsanya.

Jatah untuk acara bergenus lainnyapun semakin berkurang, termasuk dantaranya tayangan berjenis kuis. Kuis yang dahulu sering ditonton sebagai teman makan malam, sekarang sudah tidak ada lagi batang hidung hostnya pada jam-jam prime time tersebut. Kalaupun ada kuis yang ditayangkan, plg2 akan ditayangkan pada jam kelas dua. Salah satu kuis yang dapat bersaing dengan ke-over exsistensi-an sinetron adalah kuis “hole in the wall”.

Kuis “hole in the wall” memang cukup unik dan menghibur, masing2 peserta mencoba melewati tembok yang berlubang. Tembok itu memiliki lobang yang hanya dapat dilewati peserta dengan berpose tertentu, dan apabila pose peserta tidak tepat pada lobang yang ada di tembok maka peserta akan jatuh ke kolam yang ada tepat dibelakang tempat mereka berpose. Melihat peserta kuis jatuh ke kolam dengan pose yang terkadang amat sangat konyol, cukup membuat urat ketawa bereaksi.

Namun, setelah menonton kuis tersebut beberapa kali, gw menemukan sisi lain yang ada dalam kuis tersebut. Kuis tersebut menggunakan sterofoam (klo salah nulisnya tolong koreksi) sebagai temboknya.

(Udah ketemu belum hubungan tulisan ini ama judul tulisan, klo udah berarti logika anda bekerja dengan sangat baik. :) )

Nah sterofoam yang dipakai di kuis tersebut itu segede gaban. (OOT : bwt yg g tau gaban itu segede apa, waktu MTV Indonesia Movie Award, sambutan peraih pialanya seperti ini : “Terima kasih bwt pihak sponsor yang telah memasang billboard segede gaban …”, jadi ya bayangin aja gaban itu segede billboard, hehehe). Balik lagi dah, udah kebayangkan klo sterofoam yang dipake itu besar banget, dan satu buah sterofoam akan dipakai hanya untuk sekali permainan, sedangkan dalam satu kali penayangan kuis tersebut tiap-tiap tim memainkan 3 kali permainan, ditambah 1 kali permainan untuk babak bonus. Jadi, sterofoam yang digunakan setiap penayangan kuis adalah segede 7 x gaban, alias segede Gambreng. (penjelasan tentang segede gambreng silahkan dicari sendiri, :P ).

Lalu, apa hubungannya gaban dan gambreng dengan pemanasan global? Apakah si gaban dan si gambreng sedang marahan sehingga memanaskan suasana? bukan, bukan itu. Melainkan sterofoam yang ada hubungannya dengan pemanasan global. Sterofoam merupakan benda yang tercipta melalui rangkaian rantai carbon yang berpola sangat teratur dan memiliki sifat mudah dibentuk dan sangat ringan. Tetapi sterofoam juga sangat tidak ramah lingkungan karena tidak dapat terurai dengan sendirinya, seperti halnya plastik. Satu2nya cara melenyapkan sterofoam bekas adalah dengan cara dibakar, dan seperti yang kita tau, hasil reaksi pembakaran rantai carbon dengan oksigen adalah gas rumah kaca yang merupakan biang keladi dari pemanasan global.

Mengenai kuis “Hole in the wall”, kuis tersebut ditayangkan hampir setiap hari (klo g salah 6 kali seminggu minggu), jadi kebayang aja tumpukan sterofoam yang ada di tong sampah studio RCTI di kebon jeruk akan semakin bertambah setiap harinya. Mudah2an RCTI juga memiliki bagian penjualan sterofoam agar sterofoam bekas kuis ini dapat dijual kembali sehingga dapat di reuse oleh mahasiswa-2 sebagai tempat menancapkan bermacam-macam kertas di kamar kosnya. :) .

Stop Global Warming.

h1

Hujan es di Bandung.

March 31, 2008

Huoo… Ada hujan es di Bandung.

Berawal dari message temen via YM yg ngabarin bahwa ada hujan es di daerah Buah Batu, trus gw langsung sms keluarga gw yg dirumah. Alhamdulillah ternyata rumah gpp, cuma kerusakan kecil di tirai penutup taman dalam rumah yg penyok2.

Sampai dirumah ternyata kejadian tersebut sempat difoto lewat kamera hape oleh bokap gw.

Hujan salju di bandung (1)

Itu foto halaman belakang rumah gw yg ketutupan es.

Sekali lagi ini hujan es kli ini bukan hujan salju (pdhal g tau jg hujan salju kek gimana). Yg berjatuhan saat itu es batu bulet2 segede es batu kotak yg biasa dibikin dikulkas, tapi yang ini lebih tipis.

Pengen sih cerita lebih banyak, tapi rasanya kurang berkompeten karena saat hujan turun gw sedang berada sekitar 45 menit dari TKP, berkutat dengan tugas kuliah dan UTS take home. :(